10 Mar 2010

wilayah kajian sosiologi pendidikan

Secara sistematik, Brookover mengemukakan wilayah kajian sosiologi pendidikan dalam empat pengelompokan yaitu:
Hubungan sistem pendidikan dengan aspek-aspek lain pada masyarakat
Hubungan manusia yang terdapat di dalam sekolah
Hubungan di antara sekolah dan masyarakat
Pengaruh sekolah terhadap tingkah laku dan kepribadian pihak yang terlibat di dalamnya
Menurut nasution, masalah-masalah yang diselidiki sosiologi pendidikan antara lain meliputi pokok-pokok yang berikut:
Hubungan sistem pendidikan dengan aspek-aspek lain dalam masyarakat
Hubungan antar-manusia di dalam sekolah
Pengaruh sekolah terhadap kelakuan dan kepribadian semua pihak di sekolah
Sekolah dalam masyarakat

SOSIOLOGI PENDIDIKAN

SOSIOLOGI PENDIDIKAN

Pada awal abad ke-20, sosiologi mempunyai peranan penting dalam pemikiran pendidikan, sehingga lahirlah sosiologi pendidikan. Sebagaimana akhir abad ke-19, psikologi mempunyai pengaruh besar dalam dunia pendidikan, sehingga lahirlah suatu disiplin baru yang disebut psikologipendidikan.
Sosiologi pendidikan dan psikologi pendidikan mempunyai peranan yang komplementer bagi pemikiran pendidikan. Apabila sosiologi pendidikan memandang gejala pendidikan dari sudut struktur social masyarakat, psikologi pendidikan memandang gejala pendidikan dari sudut perkembangan pribadi. Tugas pendidikan menurut sosiologi ialah memelihara kehidupan dan mendorong kemajuan masyarakat. Pada umumnya kaum pendidik dewasa ini memandang tujuan akhir pendidikan lebih bersifat sosiolistis daripada individualistis.
Menurut H.P. Fairchild (1957:547) dalam bukunya ‘’Dictionary of Sociology’’ dikatakan bahwa: Sosiologi pendidikan adalah sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang fundamental. Jadi sosiologi pendidikan tergolong applied sociology.
Sosiologi pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki daerah yang saling dilingkupi antara sosiologi dengan ilmu pendidikan. Apakah soiologi itu? Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan memiliki lapangan penyelidikan, sudut pandang, metode, dan susunan pengetahuan. Objek penelitian sosiologi adalah tingkah laku manusia dalam kelompok. Sudut pandangnya ialah memandang hakikat masyarakat kebudayaan, dan individu secara ilmiah. Sedangkan susunan pengetahuan dalam sosiologi terdiri atas konsep dan prinsip mengenai kehidupan kelompok sosial, kebudayaannya, dan perkembangan pribadi.
Apakah lapangan penelitian sosiologi itu? Pusat penelitian sosiologi ialah tingkah laku sosial, yaitu tingkah laku manusia dalam istitusi sosial. Tingkah laku itu hanya dapat dimengerti dan tujuan, cita-cita, nilai-nilai yang dikejar. Tingkah laku sosial itu membangun kepribadian manusia, yaitu mela peranan yang dilakukannya dalam kehidupan kelompoknya. Peranan itu menghasilkan kebudayaan, yang seringkali disebut juga warisan sosial manusia.
Sosiologi dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yakni sosiologi umum, tugasnya menyelidiki gejala sosio-kultural secara umum; dan sosiologi khusus, yaitu pengkhususan dari sosiologi umum tugasnya menyelidiki suatu aspek kehidupan sosio kultural secara mendalam. Misalnya sosiologi perdesaan, sosiologi perkotaan, sosiologi agama, sosiologi hukum, sosiologi ekonomi, sosiologi pendidikan dan sebagainya.
Jadi sosiologi pendidikan merupakan salah satu sosiologi khusus. Menurut F.G. Robbins (Ahmadi, 1991:3), sosiologi pendidikan adalah sosiologi khusus yang tugasnya menyelidiki struktur dan dinamika proses pendidikan. Yang termasuk dalam pengertian struktur ini ialah teori dan filsafat pendidikan, sistem kebudayaan, struktur kepribadian dan hubungan kesemuanya itu dengan tata sosial masyarakat. Sedangkan yang dimaksud dengan dinamika, ialah proses sosial dan kultur, proses perkembangan kepribadian, dan hubungan semuanya itu dengan proses pendidikan.
Ditinjau dari segi etimologinya istilah sosiologi pendidikan terdiri atas dua perkataan yaitu sosiologi dan pendidikan. Maka jelas bahwa di dalam sosiologi pendidikan itu yang menjadi masalah sentralnya ialah aspek-aspek sosiologi di dalam pendidikan. Mengapa di dalam pendidikan terdapat aspek-aspek sosiologis, karena dalam situasi pendidikan melibatkan hubungan dan pergaulan sosial, yaitu hubungan dan pergaulan sosial antara pendidikan dengan anak didik, pendidik dengan pendidik, anak-anak dengan anak-anak pegawai dengan pendidik, pegawai-pegawai dan anak-anak. Hubungan dan pergaulan sosial ini secara totalitas, merupakan suatu unit keluarga, yakni keluarga sekolah mana terdapat tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat. Jadi di dalam keluarga sekolah itu terdapat hubungan dan pergaulan sosial yang timbal balik satu sama lain, saling mempengaruhi dan terjadi interaksi sosial. Maka jelaslah di dalam sosiologi pendidikan itu akan berlaku dan bekerja sama antara prinsip sosiologis dan prinsip paedagogis serta ilmu-ilmu bantuannya, seperti psikologika (ilmu psikologi pendidikan). Atau secara konkrit, bahwa di dalam sosiologi pendidikan itu bukan saja terdapat sosiologi ataupun pendidikan, terdapat sosiologi ataupun pendidikan, yang merupakan suatu ilmu yang baru ialah kerjasama antara keduanya, dengan mempergunakan prinsip-prinsip sosiologi di dalam seluruh proses pendidikan meliputi metode, organisasi sekolah, evaluasi pelajaran dan kegiatan-kegiatannya.
Menurut E. George Payne (1928:20) menjelaskan pengertian sosiologi pendidikan antara lain: ‘’By educational sociology we mean the science which describes and explains the institutions, social groups, and social processes, that is the social relationships in which or through whics the individual gains and organizes experiences’’. Di sini Payne menekankan bahwa di dalam lembaga-lembaga, kelompok-kelompok sosial, proses sosial, terdapat apa yang dinamakan sosial relationship, di mana di dalam dan dengan interaksi sosial itu individu memperoleh dan mengorganisir pengalaman-pengalamannya. Inilah yang merupakan aspek-aspek atau prinsip-prinsip sosiologisnya. Selanjutnya Payne (1928:20) menjelaskan bahwa: ‘’The social interdepences include not nurely those in which the individual gains and organizes his experiences as a child, but also those social groups and processes in which the must function in adult life. These social relationships are for theremore regarded particulary inrelation to the educational system in its evolution and changing finction’’.
Jadi bukan saja pada anak-anak tetapi juga pada orang-orang dewasa, kelompok-kelompok sosial, bahkan pada proses sosial pun, bahwa interaksi sosial itu yang membentuk tingkah laku manusia, secara tertentu dianggap sebagai sistem pendidikan yang berkembang terus. Artinya setiap kali didapati kondisi dan situasi baru, haruslah ada interaksi sosial yang baru dan seolah-olah individu-individu itu belajar berinteraksi sosial. Inilah yang merupakan prinsip paedagogisnya.
Menurut Charles A. Ellwood bahwa: ‘’ Educational Sociology is the science which aims to reveal the connections at all points between the educative process and the social process’’. Artinya: Sosiologi Pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari/menuju untuk melahirkan maksud hubungan-hubungan antara semua pokok-pokok masalah antara proses pendidikan dan proses sosial).
Menurut Dr. Ellwood bahwa: ‘’Educational sociology should be centered about the process of inter-learning-learning from ane another’’. Artinya Sosiologi Pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari antara orang yang satu dengan orang yang lain.
Menurut E.B. Reuter bahwa: Sosiologi Pendidikan mempunyai kewajiban untuk menganalisa evolusi dari lembaga-lembaga pendidikan dalam hubungannya dengan perkembangan manusia, dan dibatasi oleh pengaruh-pengaruh dari lembaga pendidikan yang menentukan kepribadian sosial dari tiap-tiap individu. Jadi prinsipnya antara individu dengan lembaga-lembaga sosial itu selalu saling pengaruh-mempengaruhi (process of social interaction)
Menurut W. Dodson menegaskan, bahwa ‘’Educational Sociology is interested in the impact of the total cultural milieu in which and thought which experience in the acquired and organized. It is interested in the school but recognizes it a small part of the total. Educational sociology is particularly interested in finding out how to manipulate the educational process (social control) to achieve better personality development’’. Artinya Sosiologi Pendidikan itu mempersoalkan pertemuan dan percampuran daripada lingkungan sekitar kebudayaan secara totalitas, di mana dalam dan dengan begitu maka terbentuklah tingkah laku, dan sekolah dianggap sebagian daripada total cultural milieu, sedang sosiologi pendidikan memperbincangkan dan berusaha menemukan bagaimana memanipulasikan proses pendidikan untuk mengembangkan kepribadian.
Studi Sosiologi Pendidikan yang memadai harus mencakup pengertian tentang individu dan lingkungan sosialnya, di mana individu dan lingkungan sosial tadi tidaklah berdiri sendiri, tetapi terjalinlah hubungan timbal balik antara keduanya.
Sosiologi Pendidikan adalah suatu cabang ilmu pengetahuan (dari ilmu jiwa pendidikan) yang membahas proses interaksi sosial anak-anak mulai dari keluarga, masa sekolah sampai dewasa serta dengan kondisi sosio-kultural yang terdapat di dalam masyarakat dan negaranya.
Jadi tegasnya, proses interaksi sosial yang diselidiki itu mulai dari bayi di dalam keluarga, masa kanak-kanak dan prasekolah lengkap dengan kelompok permainannya, masa sekolah di sini meliputi masa lengkap dengan faktor sosio-kultural yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan keribadian anak didik, secara prinsipil ialah kebudayaan dan kepribadian nasionalnya. Bagi kita bangsa Indonesia, tidak lain daripada system pendidikan nasionalnya dan kebudayaan serta kepribadian nasional Indonesia yang semuanya adalah dijiwai dan untuk merealisasikan cita-cita negara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Atau secara singkat sosiologi pendidikan ialah tinjauan sosiologisnya terhadap proses pendidikan dan pengajaran.
Adapun tujuan sosiologi pendidikan di Indonesia menurut Ahmadi (1991:10-11) antara lain:
a. Berusaha memahami peranan sosiologi daripada kegiatan sekolah terhadap masyarakat, terutama apabila sekolah ditinjau dari segi kegiatan intelektual. Dengan demikian sekolah harus bisa menjadi suri tauladan di dalam masyarakat sekitarnya dan lebih luas lagi, atau dengan singkat mengadakan sosialisasi intelektual untuk memajukan kehidupan di dalam masyarakat.
b. Untuk memahami seberapa jauhkah guru dapat membina kegiatan sosial anak didiknya untuk mengembangkan kepribadian.
c. Untuk mengetahui pembinaan ideologi Pancasila dan kebudayaan nasional Indonesia di lingkungan pendidikan dan pengajaran.
d. Untuk mengadakan integrasi kurikulum pendidikan dengan masyarakat sekitarnya agar pendidikan mempunyai kegunaan praktis di dalam masyarakat, dan negara seluruhnya.
e. Untuk menyelidiki fakor-faktor kekuatan masyarakat, yang bisa menstimulir pertumbuhan dan perkembangan kepribadian anak.
f. Memberi sumbangan yang positif terhadap perkembangan ilmu pendidikan.
g. Memberi pegangan terhadap penggunaan prinsip-prinsip sosiologi untuk mengadakan sosiologi sikap dan kepribadian anak didik.
Sosiologi pendidikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang interaksi di antara individu-individu dan kelompok, kelompok dengan kelompok, atau dengan perkataan lain secara khusus sosiologi pendidikan membicarakan, melukiskan dan menerangkan institusi, kelompok, social dan proses sosial hubungan atau relasi sosial dimana di dalam dan dengannya manusia memperoleh dan mengorganisir pengalamannya. Jadi sosiologi pendidikan tidak hanya terbatas pada studi di sekolah saja, tetapi lebih luas lagi ialah mencakup institusi social dengan batasan sepanjang pengaruh daripada totalitas milieukulturan terhadap perkembangan kepribadian anak.
Adapun kajian sosiologi of education menurut Ahmadi (1991:25) antara lain: (1) hubungan antara system pendidikan dengan proses social dan perubahan kebudayaan atau dengan pemeliharaan status quo; (2) fungsi system pendidikan formal di dalam proses pembaharuan social, misalnya di dalam hubungan antara manusia yang berkenaan dengan ras, budaya dan kelompok lainnya; (3) fungsi system pendidikan di dalam proses pengendalian social; (4) hubungan antara system pendidikan dengan pendapat umum (public opinion); (5) hubungan antara pendidikan dengan kelas social atau system status, dan (6) keberartian pendidikan sebagai suatu symbol terpercaya di dalam kebudayaan demokratis.

17 Jan 2010

Soal Manajemen SDM

1.Karyawan dari sebuah perusahaan melakukan mogok kerja. Coba saudara analisa bagaimana sesungguhnya pelaksanaan kompensasi, integrasi, dan pemeliharaan SDM dalam perusahaan tersebut, sehingga hal ini bisa terjadi! Apa solusi yang saudara sarankan!
2.Satu di antara dua calon karyawan yang akan dipilih untuk menempati jabatan yang kosong adalah saudara atasan anda. Kedua orang calon karyawan tersebut mempunyai hasil test yang sama.
a.Manakah calon karyawan yang akan anda terima?Berikan alasan anda?
b.Bila anda menerima saudara atasan anda, tidakkah itu termasuk nepotisme?jelaskan!
3.Dalam penilaian kinerja 360o sumber-sumber apa saja yang dilibatkan dalam penilaian kinerja seorang karyawan?
4.Terdapat dua macam filosofi kompensasi, yaitu filosofi berdasarkan kelayakan dan filosofi berdasarkan kinerja. Jelaskan kedua filosofi tersebut! Menurut Anda mana yang paling baik? Jelaskan jawaban Anda!
5.Program kesehatan, keselamatan, dan keamanan bagi para karyawan memerlukan biaya yang tidak sedikit, tetapi mengapa pelaksanaan program tersebut dapat meningkatkan kinerja organisasi? Jelaskan jawaban Anda!

11 Nov 2009

Pengantar Ilmu Manajemen

PENGANTAR ILMU MANAJEMEN
SILABUS
 Pengertian dan hakikat manajemen
 Sejarah perkembangan manajemen
 Peran dan keterampilan manajer
 Fungsi-fungsi manajemen: perencanaan, pengorganisasian, pengerahan, pengendalian/pengawasan (POAC)
 Kepemimpinan (leadership)
 Komunikasi dan motivasi
 Problem solving dan decision making
 MBO dan MBS
Pengertian manajemen
 Management (Bhs. Inggris): berarti mengendalikan, mengurus, mengatur, menjalankan, membina, memimpin
 Management (Bhs. Latin) : dari kata mano (berarti:tangan) menjadi manus (bekerja berkali-kali dengan menggunakan tangan) dan agere (berarti:melakukan sesuatu). Sehingga menjadi managiare (berarti melakukan sesuatu dengan menggunakan tangan-tangan)
 Management (Bhs. Italia): manegio yang berasal dari kata managiare (berarti melatih kuda), manegere (suatu pertunjukan permainan kuda)

(lanjutan pengertian manajemen)

 Management (Bhs. Prancis): manage (tindakan untuk membimbing, memimpin), menager berarti pembina yang melakukan tindakan pengendalian bimbingan dan pengarahan dari suatu rumah tangga dengan berbuat ekonomis untuk mencapai tujuan
Definisi
 John D. Millet (management the public): management is the process of directing and facilitating the work of people organized informal groups to achieve a desired goal
 John M. Piffner (public administration): management is concerned with the direction of these individuals and functions to achieve ends previously determined
 G.R. Terry (principles of management): manajemen diartikan sebagai “proses yang khas yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan dan usaha mencapai sasaran-sasaran dengan memanfaatkan SDM dan sumber daya lainnya

 Mary Parker F: manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain
 Stoner: manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan
 Thomas H.Nelson: manajemen perusahaan adalah ilmu dan seni memadukan ide-ide, fasilitas, proses, bahan dan orang-orang untuk menghasilkan barang atau jasa yang bermanfaat dan menjualnya dengan menguntungkan
Definisi
 Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stoner).
 Manajemen merupakan ilmu dan seni.
 Ada 4 fungsi utama dalam manajemen: Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (Organizing), Pengarahan (Actuating/Directing), dan Pengawasan (Controlling)
Definisi (Lanjutan)
 Seni dalam menyelesaikan sesuatu melalui orang lain (Follet,1997)
 Sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya (Nickels, McHugh and McHugh ,1997)
 Seni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu yang terkait dengan pencapaian tujuan. (Ernie&Kurniawan, 2005)
Faktor-faktor dalam Pencapaian Tujuan
 Adanya penggunaan sumber daya organisasi, baik sumber daya manusia, maupun faktor-faktor produksi lainnya. Sumber daya tersebut meliputi sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya keuangan, serta informasi (Griffin,2002)
 Adanya proses yang bertahap dari mulai perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengimplementasian, hingga pengendalian dan pengawasan.
 Adanya seni dalam menyelesaikan pekerjaan.

Sumber Daya Organisasi
 Sumber Daya Manusia
 Sumber Daya Informasi
 Sumber Daya Fisik
 Sumber Daya Keuangan
 Sumber Daya Alam
 dll
Pengertian Efektif dan Efisien (Drucker)
Efektif :
 mengerjakan pekerjaan yang benar atau tepat
Efisien :
 mengerjakan pekerjaan dengan benar atau tepat
Fungsi-fungsi Manajemen
 Perencanaan (Planning)
 Pengorganisasian (Organizing)
 Pengarahan dan pengimplementasian (Directing/Leading)
 Pengawasan dan Pengendalian (Controlling)
Fungsi Perencanaan
 proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan
 Menetapkan tujuan dan target bisnis
 Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut
 Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan
 Menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis
Fungsi Pengorganisasian
 proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi
Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian
 Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan
 Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab
 Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja
 Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat
Fungsi Pengarahan dan Implementasi
 proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.
Kegiatan dalam
Fungsi Pengarahan dan Implementasi
 Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan
 Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan
 Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan
Fungsi Pengawasan dan Pengendalian
 proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.
Kegiatan dalam
Fungsi Pengawasan dan Pengendalian
 Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan
 Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan
 Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis
Kegiatan dalam
Fungsi Pengawasan dan Pengendalian
 Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan
 Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan
 Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis
Kegiatan dalam Fungsi-fungsi Manajemen

Sumber Daya Organisasi, Tujuan, dan Fungsi-fungsi Manajemen
Perbedaan pandangan dalam
Fungsi-fungsi Manajemen
Fungsi Operasional dalam Manajemen
 Manajemen Sumber Daya Manusia
 Manajemen Pemasaran
 Manajemen Operasi/Produksi
 Manajemen Keuangan
 Manajemen Informasi
Manajemen Sumber Daya Manusia
 Manajemen Sumber Daya Manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah
Manajemen Pemasaran
 Manajemen Pemasaran adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan
Manajemen Produksi
 Manajemen Produksi adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam proses produksi
Manajemen Keuangan
 Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit. Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan
Manajemen Informasi
 Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat
Sejarah Ilmu Manajemen
 Peninggalan fisik sebagai ciri adanya implementasi ilmu manajemen; seperti Piramida di Mesir, Bangunan Ka’bah di Makkah, Tembok Cina, dan lain sebagainya
 Peninggalan fisik tersebut menggambarkan adanya aktifitas yang teratur dan bertahap di masa lalu yang saat ini dinamakan manajemen
Owen dan Babbage :
Pionir Ilmu Manajemen Modern
Robert Owen (1771-1858)
 Perlunya SDM dan Kesejahteraan Pekerja dalam sebuah organisasi

Charles Babbage (1792-1871)
 Pentingnya Efisiensi dalam kegiatan Produksi, khususnya dalam penggunaan fasilitas dan material produksi
Tiga Kelompok Pemikiran Terdahulu
dalam Ilmu Manajemen
 Perspektif Manajemen Klasik
 Kelompok Manajemen Ilmiah atau Saintifik
 Perusahaan manufaktur, Bank Umum, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Ritel, dll
 Kelompok Manajemen Administrasi
 Perspektif Manajemen Perilaku
 Studi Howthorne
 Teori Relasi Manusia
 Teori Perilaku Kontemporer
 Perspektif Manajemen Kuantitatif
 Kelompok Manajemen Sains
 Kelompok Manajemen Operasi


Perspektif Manajemen Klasik
 Kelompok Manajemen Ilmiah atau Saintifik
 Frederich W Taylor (1856-1915)
 Time and Motion Studies, Piecework pay system, Empat Prinsip dasar Manajemen Ilmiah
 Frank Gilberth (1868-1924) dan Lilian Gilberth (1878-1972)
 Efisiensi dalam Produksi, Psikologi Industri, dan Manajemen SDM
 Henry L Gant (1861-1919)
 Empat Gagasan Peningkatan Manajemen,Gantt Chart,
 Harrington Emerson (1853-1931)
 14 Prinsip Efisiensi

 Perspektif Manajemen Administrasi
 Henry Fayol (1841-1925)
 14 Prinsip Fayol dalam Manajemen
 Lyndall Urwick (1891-1983)
 Panduan Manajemen (Managerial Guidelines)
 Max Weber (1864-1920)
 Birokrasi dalam Organisasi

Ilustrasi
Time Motion Studies dan Piecework Pay System dari Taylor
4 Prinsip Taylor dalam Tahapan
Empat Gagasan Gantt dalam Manajemen
 Kerjasama yang saling menguntungkan antara tenaga kerja dan pimpinan
 Seleksi ilmiah tenaga kerja atau karyawan
 Sistem insentif untuk merangsang produktifitas karyawan dan organisasi
 Penggunaan instruksi-instruksi kerja yang terperinci.
12 Prinsip Efisiensi Emerson
 Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas
 Kegiatan yang dilakukan harus masuk akal dan realistis
 Adanya staff yang memiliki kualifikasi yang tepat
 Adanya kedisiplinan
 Diberlakukannya pemberian kompensasi yang adil
 Perlu adanya laporan dari setiap kegiatan secara tepat, akurat, dan terpercaya, sehingga diperlukan semacam sistem informasi atau akuntansi.
 Adanya kejelasan dalam pemberian perintah, perencanaan dan pembagian kerja.
 Adanya penetapan standar dari setiap pekerjaan, baik dari segi kualitas kerja maupun waktu pengerjaan.
 Kondisi pekerjaan perlu distandardisasi.
 Kegiatan operasional harus juga distandardisasikan.
 Instruksi-instruksi praktis tertulis harus dibuat secara standar.
 Sebagai kompensasi atas efisiensi, perlu dibuat rencana pemberian insentif.
14 Prinsip Fayol dalam Manajemen
 Pembagian Kerja – yaitu adanya spesialisasi akan meningkatkan efisiensi pelaksanaan kerja
 Wewenang – yaitu adanya hak untuk memberi perintah dan dipatuhi.
 Disiplin – harus ada respek dan ketaatan pada peranan-peranan dan tujuan organisasi.
 Kesatuan Perintah – bahwa setiap pekerja hanya menerima instruksi tentang kegiatan tertentu dari hanya seorang atasan.
 Kesatuan Pengarahan – kegiatan operasional dala organisasi yang memiliki tujuan yang sama harus diarahkan oleh seorang manajer dengan penggunaan satu rencana.
 Meletakkan kepentingan perseorangan di bawah kepentingan umum – kepentingan perseorangan harus diupayakan agar senantiasa dibawah kepentingan organisasi. Artinya prioritas harus didahulukan untuk kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.
14 Prinsip Fayol (lanjutan)
 Balas jasa – kompensasi untuk pekerjaan yang dilaksanakan harus adil baik bagi karyawan maupun pemilik.
 Sentralisasi – adanya keseimbangan antara pendekatan sentraliasi dengan desentralisasi
 Garis wewenang (scalar system) – adanya garis wewenang dan perintah yang jelas.
 Order – sumber daya organisasi termasuk sumber daya manusianya, harus ada pada waktu dan tempat yang tepat. Penempatan orang-orang harus sesuai dengan pekerjaan yang akan dikerjakan.
 Keadilan – Perlakuan dalam organisasi harus sama dan tanpa ada diskriminasi
 Stabilitas Staf dalam Organisasi – perlu adanya kestabilan dalam menjalankan organisasi, tidak terlalu cepat ataupun terlalu lambat.
 Inisiatif – setiap pekerja harus diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya dan diberi kebebasan untuk merencanakan dan menjalankan tugasnya secara kreatif walaupun memungkinkan terjadi kesalahan.
 Esprit de Corps (semangat korps) – Prinsip ini menekankan bahwa pada dasarnya kesatuan adalah sebuah kekuatan. Pelaksanaan operasional organisasi perlu memiliki kebanggaan, kesetiaan, dan rasa memiliki dari para anggota yang tercermin pada semangat korps/kebersamaan.
Kesimpulan mengenai Perspektif Manajemen Klasik
Kontribusi Manajemen Klasik
 spesialisasi pekerjaan
 studi mengenai masa dan beban kerja
 metode ilmiah dalam manajemen
 Dikenalnya fungsi-fungsi manajemen.
 Prosedur dan Birokrasi

Keterbatasan Manajemen Klasik
 Kurang memperhatikan aspek kemanusiaan dari pekerja, seperti motif, tujuan, perilaku, dan lain sebagainya

Perspektif Manajemen Perilaku
 Hugo Munstberg (1863-1916)
Pentingnya pemahaman psikologis khususnya motivasi para pekerja

 Studi Howthorne (Elton Mayo)
 Teori Perhatian (Attention Theory)
 Pekerja akan lebih produktif jika merasa diperhatikan
 Teori Penerimaan Sosial (Social Acceptance Theory)
 Pekerja akan menunjukkan produktifitas berdasarkan faktor penerimaan sosial

 Teori Relasi Manusia
 Hirarki Kebutuhan dari Abraham Maslow
 Teori X dan Y dari Douglas Mc Gregor

 Teori Perilaku Kontemporer
 Perhatian pada perilaku pekerja yang disebabkan oleh faktor psikologis, sosiologis, antropologis, dan lan sebagainya
 Melahirkan konsentrasi ilmu Perilaku Organisasi
Perspektif Manajemen Kuantitatif
 Kelompok Manajemen Sains
Pengenalan penggunaan model matematis dalam kegiatan bisnis dan industri, seperti penentuan jumlah Teller dalam sebuah Bank (kasus Bank of England), peramalan atas volume penjualan, dan lain sebagainya


 Kelompok Manajemen Operasi
 Lanjutan dari kelompok Manajemen Sains
 Adanya fokus pada pendekatan kuantitatif untuk peningkatan efisiensi
 Dikenalnya pendekatan Analisa Break Even, Queuing Theory, dll
Teori Manajemen Kontemporer
 Perspektif Sistem dalam Manajemen
Open System, Sub-Sistem, Sinergi dan Entropi
 Perspektif Kontingensi dalam Manajemen
There is no such things as one best and general way on management
Perspektif Sistem dalam Manajemen
Perspektif Sistem dalam Manajemen
 Sistem terbuka adalah sistem yang melakukan interaksi dengan lingkungan dimana kebalikannya, sistem tertutup tidak melakukan interaksi dengan lingkungan.

 Sub-sistem merupakan elemen-elemen dalam sistem organisasi atau manajemen yang satu sama lainnya saling berkaitan

 Sinergi adalah konsep yang menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan secara bersama-sama akan memberikan hasil yang lebih baik daripada jika hanya dikerjakan oleh seorang saja.

 Entropi adalah kondisi dimana organisasi mengalami penurunan produktifitas dan kualitasnya disebabkan ketidakmampuan dalam membaca dan beradaptasi dengan lingkungan.
Berbagai Isu kontemporer dalam
Perkembangan Ilmu Manajemen
 Downsizing
 Diversity management
 Information Technology
 Globalization
 Ethics and Social Responsibility
 Managing for Quality
 Service Economy
Modern Management Guru
 John Aldair
efektif leadership dan centered leadership
 Igor Ansoff
strategic management, Ansoff Matrix
 Chris Argyris
learning organization, single loop & double loop learning
 Chester Barnard
organizational behavior and executive behavior
 Percy Barnevik
Multinational corporate management system


Modern Management Guru (lanjutan)
 Christopher Bartlett
Entrepreneurial organization
 Warren Bennis
Adhocracy on Leadership and management
 Robert Blake
Managerial grid
 Edward de Bono
lateral thinking, valued monopolies

dan lain sebagainya

26 Okt 2009

Renungan

Karakter Pekerja Yang Disukai Perusahaan
 Mau bekerja keras
 Kepercayaan diri yang tinggi
 Mempunyai visi ke depan
 Bisa bekerja dalam tim
 Memiliki perencanaan matang
 Mampu berfikir analitis

Karakter Pekerja Yang Disukai Perusahaan
 Mudah beradaptasi
 Mampu bekerja dalam tekanan
 Cakap berbahasa Inggris
 Mampu mengorgansasi pekerjaan

10 Atribut yang paling dicari dari calon karyawan :
 Jujur
 Dapat Memformulasikan dan mengatasi masalah dengan baik
 Keterampilan menggunakan komputer
 Bertanggung jawab
 Disiplin
 Mampu bekerja sama
 Kemampuan interpersonalship yang baik
 Penguasaan bahasa asing
 Motivasi kerja tinggi
 Orientasi pada hasil

Renungan
Perbedaan antara negara kaya dan negara miskin tidak tergantung pada usia negara itu :
Mesir, India > 2000 tahun  Miskin
AS, Kanada, Singapura < 150 tahun  Kaya

Renungan
Ketersediaan sumber daya alam juga tidak jadi jaminan untuk memakmurkan negara :
Jepang, Korea, Singapura :
– Miskin SDA
– 80% tanahnya adalah pengunungan tidak produktif

Renungan
Swiss :
• 11% daratan yang bisa ditanami
• Tidak punya perkebunan coklat, tapi penghasil terbaik industri coklat.
• Tidak punya peternakan sapi, tapi penghasil terbaik industri susu.
• Kepercayaan dunia sangat tinggi terhadap bank.

Hasil Pertemuan 600 Eksekutif Perusahaan Dari Negara Kaya & Miskin
• Bukan Kecerdasan, bukan ras.
• Imigran yang malas di negara asalnya, menjadi pekerja yang gigih di negara lain.
• Perbedaan : Sikap dan perilaku yang dibentuk sepanjang kehidupannya melalui kebudayaan dan pendidikan

Inilah Sikap dan Prilaku Masyarakat Maju
 Kejujuran dan integritas
 Bertanggung jawab
 Memegang teguh etika
 Hormat pada aturan & hukum masyarakat.
 Hormat pada hak orang lain
 Cinta pada pekerjaan
 Berusaha keras untuk menabung dan investasi
 Mau bekerja keras
 Tepat waktu

Sebarkan informasi ini pada siapa pun.

Komunikasi

komunikasi
Esensi komunikasi ; penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan untuk mendapatkan respon yang tepat dan cepat

Jenis komunikasi
 Komunikasi verbal
 Komunikasi non verbal:
raut wajah, artifactual, gesture, walkout, isyarat, gambar, simbol

Komunikasi yang efektif
 Mutual understanding
 Satisfaction
 Happiness
 Better relationship
 The right positive respons

Kendala komunikasi
 Fisik: berhubungan dengan fisik badan
 Media: media tidak berfungsi dengan baik
 Semantik: kebahasaan/makna kata/struktur bahasa
 Komunikator dan komunikan:
pendidikan, pengalaman, kepribadian
 culture

Bagaimana supaya komunikasi efektif?
 Keterbukaan (transparancy)
 Kejujuran (honesty)
 Disiplin (discipline)
 Konsisten (istiqomah)
 Kepercayaan (trust)

PHK (Pemutusan hubungan kerja)

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
Pemutusan kerja merupakan rangkaian fungsi operatif manajemen SDM paling akhir yang menetapkan berakhirnya masa pengabdian pegawai dalam sebuah organisasi. Pelaksanaan pemutusan hubungan kerja akan berdampak secara positif maupun negatif bagi organisasi dan individu

Alasan PHK
 Pensiun (berakhirnya masa jabatan)
 Meninggal dunia
 Permintaan pengunduran diri
 Rasionalisasi (downsizing): kelebihan tenaga kerja
 Berhalangan tetap : sakit yang berkepanjangan, musibah
 Alasan politis
 Tidak kompeten
 Dipecat karen melakukan pelanggaran

Dampak PHK
 Bagi organisasi:
kehilangan tenaga kerja, efisiensi, retensi yang berhasil
 Bagi individu:
kehilangan pekerjaan dan penghasilan
Menganggur, menikmati hari tua (masa purna bakti)

19 Okt 2009

Renungan

Senyum

Tertawa yang wajar itu laksana ‘balsem’ bagi kegalauan dan ‘salep’ bagi kesedihan. Pengaruhnya sangat kuat sekali untuk membuat jiwa bergembira dan hati berbahagia. Tertawa merupakan puncak kegembiraan, titik tertinggi keceriaan, dan ujung rasa suka cita. Namun, yang demikian itu adalah tertawa yang tidak berlebihan sebagaimana dikatakan dalam pepatah , “janganlah engkau banyak tertawa, sebab banyak tertawa itu mematikan hati.”



Ilmu Pengetahuan

Kebodohan merupakan tanda kematian jiwa, terbunuhnya kehidupan dan membusuknya umur. Sebaliknya ilmu adalah cahaya bagi hati nurani.kebahagiaan, kedamaian dan ketentraman hati senantiasa berawal dari ilmu pengetahuan. Itu terjadi karena ilmu mampu menembus yang samar, menemukan sesuatu yang hilang, dan menyingkap yang tersembunyi. Selain itu, naluri dari jiwa manusia itu adalah selalu ingin mengetahui hal-hal yang baru dan ingin mengungkap sesuatu yang menarik. Kebodohan itu sangat membosankan dan menyedihkan. Pasalnya, ia tidak pernah memunculkan hal baru yang lebih menarik dan segar, yang kemarin seperti hari ini, dan yang hari ini pun akan sama dengan yang akan terjadi esok hari. Bila anda ingin senantiasa bahagia, tuntutlah ilmu, galilah pengetahuan dan raihlah berbagai manfaat.

Renungan Hidup

“Ketika waktu pagi tiba, jangan menunggu sampai sore. Hiduplah dalam batasan hari ini. Kerahkan seluruh semangat yang ada untuk menjadi lebih baik di hari ini’

“ Biarkan masa depan itu hingga dia datang sendiri, dan jangan terlalu berkepentingan dengan hari esok. Karena jika anda melakukan terbaik di hari ini maka hari esok juga akan baik”

“Buku adalah teman yang paling baik. Bercakap-cakaplah dengan buku, bersahabatlah dengan ilmu, dan bertemanlah dengan pengetahuan”

“Jauhilah buruk sangka, buanglah angan-angan, khayalan-khayalan yang merusak, dan pikiran-pikiran yang sakit”

“Pintu kabahagiaan terbesar adalah doa kedua orang tua. Berusahalah mendapatkan doa itu dengan berbakti kepada mereka berdua agar doa mereka menjadi benteng yang kuat yang menjagamu dari semua hal yang tidak tidak anda sukai”

“Hati-hati, jangan sekali-kali melukai perasaan seseorang dan kelompok. Jadikan lisan itu lurus, bicaranya baik, kata-katanya segar dan isi pembicaraannya terjaga dari hal-hal buruk”

“Buanglah sikap ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Jangan bersikap plin-plan. Tapi bersemangatlah, bulatkan tekad dan maju”

“Sahabat yang paling baik adalah orang yang sangat anda percaya dan membuat diri anda tenang bersamanya. Dia menjadi tempat berbagi kelelahan, berbagi kesedihan, dan tidak pernah menjual rahasia diri anda”

“Jauhilah kesedihan, sebab kesedihan adalah racun. Jauhi sikap lemah, karena sikap lemah adalah kematian. Jauhi kemalasan, karena kemalasan adalah kegagalan. Dan jauhi pendapat yang tidak lurus, karena pendapat seperti itu adalah manajemen yang buruk”

18 Okt 2009

ORIENTASI PERUSAHAAN TERHADAP PASAR

Enam konsep yang bersaing yang dijadikan sebagai pedoman oleh organisasi untuk melakukan kegiatan pemasaran:
• Konsep produksi
• Konsep produk
• Konsep penjualan
• Konsep pemasaran
• Konsep pelanggan
• Konsep pemasaran masyarakat

KONSEP PRODUKSI
Konsep produksi adalah salah satu konsep bisnis tertua.konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan lebih menyukai produk yg tersedia secara luas dan murah.para manajer perusahaan yg berorientasi produksi berkonsentrasi untuk mencapai efisiensi produksi yg tinggi,biaya yg rendah dan distribusi secara masal

KONSEP PRODUK
Konsep produk berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk-produk yg menawarkan fitur yg paling bermutu,berkinerja,atau inovatif.Para manajer organisasi itu memusatkan perhatian untuk menghasilkan produk yg unggul dan memperbaiki mutunya dari waktu ke waktu.Mereka mengasumsikan bahwa para pembeli mengagumi produk yg dibuat dengan baik serta dapat menilai mutu dan kinerja.

KONSEP PENJUALAN
Konsep penjualan berkeyakinan bahwa para konsumen dan perusahaan bisnis,jika dibiarkan tidak akan secara teratur membeli cukup banyak produk yg ditawarkan oleh organisasi tertentu.oleh karena itu organisasi tersebut harus melakukan usaha penjualan dan promosi yg agresif.konsep itu mengasumsikan bahwa para konsumen umumnya menunjukkan keengganan atau penolakan untuk membeli sehingga harus dibujuk supaya membeli.konsep itu juga mengasumsikan bahwa perusahaan memiliki banyak sekali alat penjualan dan promosi yg efektif yg dapat merangsang lebih banyak pembelian

KONSEP PEMASARAN
Konsep pemasaran menegaskan bahwa kunci untuk mencapai sasaran organisasi adalah perusahaan harus menjadi lebih efektif dibandingkan para pesaing dalam menciptakan,menyerahkan dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yg terpilih.
Konsep pemasaran berdiri diatas empat pilar: pasar sasaran,kebutuhan pelanggan,pemasaran terpadu atau terintegrasi dan kemampuan menghasilkan laba

Theodore levitt dari harvard menggambarkan perbedaan pemikiran yg kontras antara konsep penjualan dan pemasaran:
• Penjualan berfokus pd kebutuhan penjual
• Penjualan memberi perhatian pd kebutuhan penjual utk mengubah produknya menjadi uang tunai
• Pemasaran berfokus pd kebutuhan pembeli
• Pemasaran memikirkan cara memuaskan kebutuhan pelanggan melalui sarana-sarana produk dan segala sesuatu yg berkaitan dgn permasalahan menciptakan,menyerahkan,dan akhirnya mengkonsumsinya

KONSEP PELANGGAN
Perusahaan itu mengumpulkan informasi tentang transaksi yg telah lalu,demografik,psikografik masing-masing pelanggan,dan media serta distribusi yg lebih disuka.perusahaan itu berharap mampu mencapai pertumbuhan yg menghasilkan bagian laba yg lebih besar atas pengeluaran masing-masing pelanggan dengan membangun kesetiaan pelanggan yg tinggi dan berfokus pada nilai masa hidup pelanggan

KONSEP PEMASARAN MASYARAKAT
Konsep pemasaran masyarakat menegaskan bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan,keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yg diinginkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan pesaing dengan cara yg tetap mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan konsumen.
Konsep pemasaran masyarakat menuntut para pemasar utk memasukkan pertimbangan sosial dan etis ke praktik pemasaran mereka